Menu

Karena Alasan Tertentu, Game-Game Ini Dilarang Untuk Dimainkan

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi di dunia dalam berbagai bidang kehidupan, turut mendorong perkembangan industri game di dunia. Teknologi canggih seperti yang ada sekarang ini, telah berhasil mengubah tampilan game menjadi lebih baik dari tahun ke tahun. Tampilan game saat ini dirancang dengan sedemikian rupa, agar kelihatan lebih real atau nyata.

Pembuatan tampilan game dirancang dengan sedemikian rupa, agar kelihatan lebih real atau nyata. Tampilan inilah yang akan membuat para penggila game di seluruh dunia menjadi lebih antusias di dalam permainan. Ada begitu banyak jenis game di dunia ini, yang bisa dengan mudah anda temukan dan mainkan. Bahkan sangking banyaknya, satu haripun tidak akan cukup untuk membahasnya satu persatu.

Dari banyaknya game tersebut, beberapa diantaranya adalah game-game terkenal, yang paling banyak diminati oleh para gamer. Akan tetapi, kepopuleran game yang ada di masyarakat di negara tertentu, tidak lantas membuat game-game tersebut bisa dimainkan di seluruh dunia. Ada beberapa negara yang tidak memperbolehkan beberapa game untuk dimainkan, karena dinilai tidak baik dan tidak mendidik.

Negara-negara yang melarang beberapa game tersebut antara lain: Jerman, Inggris dan Brazil. Ketiga negara ini dengan kompak mencekal sebuah game Carmageddon, yang sangat populer pada saat itu, serta melarang masyarakat di negara masing-masing untuk memainkan permainan ini. Alasan pencekalan tersebut adalah disebabkan karena di dalam game tersebut terlalu banyak mengandung unsur kekerasan.

Tidak hanya ketiga negara itu saja, masih ada beberapa negara lainnya yang juga mencekal beberapa game popular di negaranya.

Berikut ini adalah beberapa game terkenal yang dilarang untuk dimainkan di beberapa negara.

1. Grand Theft Auto (Australia)

Grand Theft Auto atau biasa disingkat GTA, merupakan game yang cukup populer dikalangan anak remaja. Sangking populernya, hampir setiap anak laki-laki pernah memainkan game ini. Game ini diterbitkan oleh Rockstar Games.

Permainan ini memungkinkan pemain untuk mengambil peran seorang penjahat, yang dapat berkeliaran dengan bebas di sekitar kota besar. Berbagai misi seperti perampokan bank, pembunuhan, dan kejahatan lainnya mulai ditetapkan untuk dilkukan.

Game ini memang sangat seru untuk dimainkan. Tapi sayangnya, inti dari game GTA ini sebenarnya sangat buruk. Pengguna diajarkan bagaimana cara merampok, mencuri, membunuh, bahkan memperkosa. Australia menjadi negara yang menyadari keburukan GTA tersebut dan telah melarang permainan ini.

2. Mortal Kombat (Brazil dan Jerman)

Mortal Combat adalah seri permainan video pertarungan, yang dibuat oleh Ed Boon dan John Tobias pada tahun 1992. Mortal Kombat ini awalnya hanya ada di arkade, yang kemudian diangkat oleh Acclaim Entertainment untuk diterbitkan di konsol permainan video.

Mortal Kombat ini sebenarnya sudah dari dulu menuai kontroversi. Itulah sebabnya Brazil dan Jerman sampai sekarang melarang masyarakatnya memainkan game tersebut. Alasan untuk melarang permainan ini dimainkan di Brazil dan Jerman ini adalah karena di dalam game Mortal Combat, terlalu banyak menampilkan adegan darah yang berlebihan. Bahkan karena kontroversi yang dibuat Mortal Kombat inilah, Entertainment Software Rating Board sampai mengeluarkan aturan baru., dimana setiap kemasan game harus diberi label peringatan sesuai dengan usia penggunanya.

3. Pokemon (Arab Saudi)

Setelah meraih kesuksesan lewat manga dan animenya, Pokemon kemudian melanjutkan kiprahnya dengan merilis sebuah game. Sayangnya permainan tersebut dilarang di Arab Saudi. Pemerintah disana menganggap kalau permainan kartu ini cenderung seperti judi.

Di tahun 2001, semua produk yang berkaitan dengan pokemon dilarang di negara ini. Konon produk Pokemon menampilkan gambar salib dan tulisan “The Star of David” yang notabene merupakan lambang dari negara Israel.

4. Call of Duty (Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuba)

Memainkan game bergenre peperangan merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Pengguna seakan-akan diajak ke zaman dimana dunia sedang berperang. Call of Duty menjadi game dengan genre perang paling populer di dunia. Walupun game ini dinilai sangat populer, namun permainan ini justru dicekal di beberapa negara, seperti Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuba.

Penyebabnya adalah karena seri Call of Duty mengambil setting dari suatu negara, yang pernah terlibat konflik. Parahnya lagi dalam game tersebut ada beberapa sejarah yang diubah. Menariknya, kontroversi tersebut justru membuat seri-seri Call of Duty semakin laris dipasaran.

5. Football Manager 2005 (China)

Game terakhir yang popular tapi dilarang untuk dimainkan adalah adalah Football Manager 2005. Pada seri Football Manager 2005, perusahaan tersebut memasukkan Tibet dan Taiwan terpisah dengan China. Padahal kedua negara tersebut masih menjadi wilayah kekuasaan China.

Karena kesalahan itulah, pemerintah China melarang Football Manager edisi 2005 dimainkan di negaranya. Hal ini karena dapat membahayakan kedaulatan China dan integritas teritorial.

Selamanya, kehidupan manusia tidak akan bisa terlepas dari game, karena ada begitu banyak peminat game di dunia ini. Perhtikan saja sekitar anda. Saat sedang menunggu atau saat memiliki waktu luang, orang akan lebih memilih memainkan game untuk menghibur diri.

Masalah bahaya tidaknya sebuah game, itu semua bukanlah salah gamenya, melainkan pribadi yang memainkannya. Jika pemain memiliki akal yang cukup sehat, mungkin game-game ini tidak akan membuatnya berlaku menyimpang di masyarakat. So guys, bijak-bijak lah dalam memainkan game.

Your First Sidebar Widget

This dummy widget will automatically disappear after you will add some widgets to the Main Sidebar.